HALLOBANDUNG.COM — Tahun hijriyah, benar-benar bisa hijrah, dari sibuk berharap, bergantung, dan bersandar kepada manusia, menjadi fokus hanya bergantung kepada Alloh Ta’ala.
Tadinya sibuk mencari kedudukan disisi makhluk sekarang harus hijrah untuk mecari kedudukan disisi Alloh yang maha mulia
Bila tadinya sibuk diburu ingin dicintai makhluk sekarang harus hijrah ingin dicintai Alloh yang maha baik dan menentukan segala-galanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Demikian disampaikan Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym pada suatu kesempatan tausiyahnya.
Jika hijrah kita sedemikian rupa dalam amal-amal kita, pasti akan merasakan bahagia dan betul-betul bahagia asli,
Kita pun akan bergerak jauh lebih mulia, dan kapan pun meninggal akan diberikan keselamatan khusnul khotimah kelapangan dikubur seperti yang dijanjikan Alloh.
Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka.
Baca Juga:
Perkuat Literasi Keuangan, JULO Gandeng Ringkas untuk Edukasi KPR Take Over
The Ritz-Carlton, Bali, Perkenalkan Program Eksplorasi Budaya yang Penuh Makna
Malaikat – malaikat itu akan berkata , “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan surga yang telah dijanjikan kepadamu.” (QS. Al-Fussilat: 30)
Kata Aa Gym kita dekat dengan makhluk bukan berarti harus bersandar dan berharap dengan makhluk. Dekat dengan makhluk dalam rangka dekat dengan Alloh,
Berbakti kepada kedua orangtua, agar Allah suka ke kita, mendidik dan membantu keluarga agar Alloh suka ke kita, jadi tujuan dekat dengan makhluk supaya dekat dengan Alloh.
Ini bagian hijrah yang sangat penting, karena jika sudah sangat berharap dengan makhluk, Allah maha tahu isi hati kita dan Alloh tidak menyukai hal seperti, itu.
Baca Juga:
DoveRunner Perluas Kehadirannya di Asia Tenggara Dengan Membuka Kantor Baru di Jakarta
Merajut Mimpi dari Pulau: PSDKU ULM Hadirkan Kampus hingga Pelosok Kotabaru
Maka Alloh turunkan kegelisahan dihati, tidak nyaman, akhirnya pikiran kita juga tidak bagus, raut muka tidak nyaman, perkataan juga tidak nyaman, dan sikap kita jauh dari kemuliaan.
( Tatang Tarmedi ) ***









