Aam Amilia Redaktur Koran Senior Bertindak Profesional Namun Bijak Kepada Wartawan / Penulisnya

- Pewarta

Selasa, 28 Mei 2024 - 19:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aam Amilia sastrawan Sunda saat jadi redaktur koran ia bertindak profesional tapi bijak terhadap wartawan / penulisnya ( Ft.sigi sunda )

Aam Amilia sastrawan Sunda saat jadi redaktur koran ia bertindak profesional tapi bijak terhadap wartawan / penulisnya ( Ft.sigi sunda )

HALLOBANDUNG.COM –– Menjadi seorang redaktur di sebuah koran besar menjadi impian bagi siapa saja para wartawan dan penulis, namun ketika impian itu telah terkabulkan bisakah ia bersikap profesional tapi bijak terhadap wartawan atau penulisnya ?

Tantangan berat tadi tampaknya telah ditaklukan oleh seorang Aam Amilia budayawan Sunda yang di era tahun 1990-an dipercaya menjadi salah seorang Redaktur di sebuah koran besar di Jawa Barat.

Aam Amilia menjadi Redaktur khusus harian untuk edisi mingguannya, padahal edisi ini banyak diisi para penulis freelanc dari berbagai disiplin ilmu, tentu saja dengan beragam gaya penulisan.

Aam Amilia seperti tahu kemana arah minat para penulisnya, padahal beliau baru kenal belum seberapa lama dengan penulis itu. Berkat tindakannya yang bijak, para penulis bisa berjalan pada jalur spesialisnya.

Meskipun nyaris tidak pernah ada temu dan breifing penulis, namun bisa terbentuk sebuah komunitas penulis tetap untuk mengisi edisi mingguan tadi dengan penulis di bidangnya masing-masing.

Ketika ada tulisan tidak layak muat, beliau tidak pernah menyebut itu tidak layak muat, namun ia berupaya untuk memesan tulisan baru hingga tulisan tidak layak muat itu seolah terkesan terlupakan untuk dimuat bukan karena tidak layak muat.

Sebagai koran dengan honor tulisan cukup besar kala itu, Aam Amilia bisa mengatur frekuensi pemuatan tulisan setiap penulisnya, ketika seorang penulis termuat dua atau tiga tulisan di minggu itu, di minggu berikutnya giliran penulis lainnya yang dimuat.

Begitulah salah satu kebijakan seorang Redaktur yang begitu paham bahwa menulis itu sebagai profesi, sehingga bisa menjadi ladang ibadah bagi penulisnya untuk menafkahi keluarga.

Penulis lepas kadang suka diajak memperbaiki tulisannya sendiri di dapur redaksi, sehingga penulis itu bisa paham benar di mana letak kesalahan berita / tulisannya. Aam Amilia dialah Sang Redaktur Bijak pada jamannya.

Aam Amilia lahir 21 Desember 1946 adalahseorang sastrawan, jurnalis dan kolumnis wanita Indonesia yang berperan dalam sastra Sunda.

Di samping menulis cerpen dan buku, ia juga pernah menjadi redaktur dan wartawan di beberapa media cetak berbahasa Sunda dan Indonesia.

Mulai menulis sejak tahun 1961, hingga kini sudah ratusan cerpen dan puluhan buku berbahasa Sunda dan Indonesia yang telah ditulisnya.

Pada tahun 1968, Aam meraih juara pertama dalam sayembara mengarang IKAPI Jawa Barat, pada kategori bacaan dewasa berbahasa Sunda.

Pada tahun 2015 dan 2017, Aam memperoleh penghargaan Hadiah Sastra Rancage dari Yayasan Kebudayaan Rancage. dan kemudian dijuluki ” Ibunya Sastrawan Sunda “.

Selain mengarang, Aam Amilia bersama sastrawan-sastrawan dalam komunitas Caraka Sundanologi juga memberikan pelatihan mengarang kepada pengarang – pengarang pemula.

Beberapa pengarang muda yang pernah dibimbingnya antara lain Holisoh M.E., Tatang Sumarsono, Yus R. Ismail, Rosyid E. Abby, Tety S. Aam Permana Sutarman, Nataprawira dan Hermawan Aksan.

(Tatang Tarmedi) ***

 

Berita Terkait

SMP Negeri 2 Tanjungsari Gelar Acara Perpisahan Kelas IX Kasek Sudrajat Beri Penghargaan
Gelar Kreasi P5 Siswa SMP Negeri 2 Tanjungsari Cerminkan Kebhinekaan Produk Olahan
SMA Negeri Tanjungsari Salurkan Ratusan Paket Daging Qurban ke Warga Masyarakat sekitar
Aa Gym : Tadinya sibuk mencari kedudukan disisi makhluk Harus hijrah untuk mecari kedudukan disisi Alloh
Lahan dan Rumah di Panorama Sumedang  Mau Dijual Segera,  Siapa Cepat Itulah Yang Beruntung
Taruna Tani Gunung Geulis Desa Jatiroke Terima Bantuan 50 Ekor Domba Garut dari Kementerian Pertanian
Suara Alumni : SMK PPN Tanjungsari Bukan Tempat Untuk Berotoriter Karena Lahir Dari Sejarah Mulia Leluhur Sumedang
Pemdes  Banyuresmi Kecamatan Sukasari Kembali Salurkan Bantuan Beras 10 Kg bagi warga kurang Mampu 
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Kamis, 20 Juni 2024 - 20:30 WIB

SMP Negeri 2 Tanjungsari Gelar Acara Perpisahan Kelas IX Kasek Sudrajat Beri Penghargaan

Rabu, 19 Juni 2024 - 11:21 WIB

Gelar Kreasi P5 Siswa SMP Negeri 2 Tanjungsari Cerminkan Kebhinekaan Produk Olahan

Selasa, 18 Juni 2024 - 12:52 WIB

SMA Negeri Tanjungsari Salurkan Ratusan Paket Daging Qurban ke Warga Masyarakat sekitar

Senin, 17 Juni 2024 - 05:05 WIB

Aa Gym : Tadinya sibuk mencari kedudukan disisi makhluk Harus hijrah untuk mecari kedudukan disisi Alloh

Rabu, 12 Juni 2024 - 15:37 WIB

Lahan dan Rumah di Panorama Sumedang  Mau Dijual Segera,  Siapa Cepat Itulah Yang Beruntung

Selasa, 11 Juni 2024 - 17:06 WIB

Taruna Tani Gunung Geulis Desa Jatiroke Terima Bantuan 50 Ekor Domba Garut dari Kementerian Pertanian

Minggu, 9 Juni 2024 - 06:54 WIB

Suara Alumni : SMK PPN Tanjungsari Bukan Tempat Untuk Berotoriter Karena Lahir Dari Sejarah Mulia Leluhur Sumedang

Rabu, 5 Juni 2024 - 15:38 WIB

Pemdes  Banyuresmi Kecamatan Sukasari Kembali Salurkan Bantuan Beras 10 Kg bagi warga kurang Mampu 

Berita Terbaru