HalloBandung.Salah satu ikon Bandung, Alun Alun Bandung yang terletak di Asia Aftika Bandung ditutup selama 4 bukan mulai Senin (11/8).
Penutupan dilakukan untuk melanjutkan proyek penataan tahap II yang akan berlangsung selama empat bulan dan ditargetkan selesai pada akhir November 2025.
Menurut Plt. Kepala Bidang Pertamanan dan Dekorasi Kota pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung, Yuli Ekadianty, penataan tahap kedua merupakan kelanjutan dari pekerjaan tahap pertama yang telah dilaksanakan pada 2024.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pekerjaan meliputi perbaikan pagar, pembenahan belumbak tanaman, penggantian dan perbaikan lampu penerangan, perkerasan area, serta perbaikan ram dan shelter menuju basement di bagian tengah taman.
Selain itu, dilakukan pula perawatan pohon dan penataan ulang area taman agar lebih tertata rapi.
“Penutupan total dilakukan demi kelancaran pekerjaan. Ada beberapa perkerasan yang perlu dibongkar dan diperbaiki secara menyeluruh, sehingga masyarakat untuk sementara tidak bisa mengakses area taman,” jelas Yuli.
Selain Alun-alun Bandung, DPKP juga sedang mengerjakan revitalisasi di Taman Lansia dengan durasi pengerjaan sekitar tiga bulan.
Fokus pekerjaan di taman bersejarah tersebut adalah penggantian pagar yang hilang, perbaikan jogging track, dan penambahan lampu penerangan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung
Rp 4 milyar
Revitalisasi tahap kedua Taman Alun-Alun Bandung pada tahun 2025 dianggarkan sebesar 4 miliar Rupiah.
Anggaran ini bersumber dari APBD Kota Bandung dan digunakan untuk revitalisasi fasilitas yang ada di taman tersebut.
Baca Juga:
LOTTE Chemical Indonesia, Milliken, dan Tederic Gelar Seminar tentang Solusi Polipropilena Mutakhir
iQIYI Resmi Memulai Produksi Serial Original Lokal Pertama di Indonesia, Menggandeng Telkomsel
Terbuka dan Inklusif, Haikou Semakin Cepat Berkembang sebagai Pusat Seni Pertunjukan Internasional
Ada kenaikan anggaran di bandingkan tahap 1 tahun 2024 lalu
Biaya revitalisasi tahap pertama Taman Alun-alun Bandung mencakup area seluas 3.200 meter persegi pada tahun 2024 adalah sebesar Rp 2,8 miliar.
Revitalisasi ini mencakup penggantian rumput sintetis dan perbaikan
Revitalisasi tahap pertama pada tahun 2024 difokuskan pada penggantian rumput sintetis.
Revitalisasi tahap kedua ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kenyamanan taman sebagai ruang publik.(dr)
Baca Juga:
Savaya Group Luncurkan Zumana, Destinasi Tepi Pantai Terbaru di Kawasan Ikonik Pantai Kuta









