HalloBandung.Kiara Condong sekarang ini menjadi wilayah terbanyak untuk kasus stunting di kota Bandung.
Yang dimaksud stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang.
Karena anak yang mengalami stunting berisiko mengalami gangguan perkembangan otak, kesulitan belajar, hingga penyakit kronis saat dewasa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Stunting bisa disebabkan oleh malnutrisi yang dialami ibu saat hamil, atau anak pada masa pertumbuhannya..
Berdasarkan data Kota Bandung, hingga Maret 2025, tercatat ada 4.972 balita di Kecamatan Kiaracondong.
Dari jumlah tersebut, 3.667 balita telah diperiksa dan secara sehat dan didapati 690 balita mengalami stunting.
Sedangkan secara keseluruhan kota Bandung tecatat 85.963 balita. . Dari jumlah tersebut, sebanyak 69.030 balita atau 80,31 persen telah menjalani pemeriksaan kesehatan, termasuk pengukuran tinggi badan, berat badan, dan status gizinya.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, prihatin dengan keadaan bayi yang terkena stunting di Bandung,
Karena itu itu Pemkot Bandung terus memerangi stunting karena anak yang mengalami stunting berisiko mengalami gangguan perkembangan otak, kesulitan belajar, hingga penyakit kronis saat dewasa.
Karena itu selanjutnya dibentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dari tingkat kota hingga kelurahan.
Tim ini bergerak dengan pendekatan pentaheliks, melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat. Karena stunting bukan hanya urusan pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama.
Baca Juga:
LOTTE Chemical Indonesia, Milliken, dan Tederic Gelar Seminar tentang Solusi Polipropilena Mutakhir
iQIYI Resmi Memulai Produksi Serial Original Lokal Pertama di Indonesia, Menggandeng Telkomsel
Terbuka dan Inklusif, Haikou Semakin Cepat Berkembang sebagai Pusat Seni Pertunjukan Internasional
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Ketahanan Pangan, serta Dinas Pengendalian Penduduk dan KB turut bekerja sesuai perannya.
Sementara sektor swasta pun dilibatkan melalui program CSR, sementara lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat aktif memberikan pendampingan di lapangan (.)








