HALLOBANDUNG.COM – Keberadaan ojol memang sangat membantu warga Kota Bandung untuk menembus kemacetan.
Keterlibatan ojol sendiri difokuskan untuk mobilitas anak-anak sekolah.
Baik mengantar dan menjemput siswa dari rumah ke sekolah dan sebaliknya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengemudi Ojek Online (Ojol) bakal dilibatkan dalam membantu mengurai kemacetan di Kota Bandung.
Selain bertujuan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, pelibatan ini diharap dapat meningkatkan pendapatan pengemudi ojol.
Hal itu diungkapkan Calon Wakil Wali Kota Bandung, R. Dhani Wirianata saat menjadi narasumber Basa Basi Podcast di Pokja PWI Kota Bandung, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Bandung, Jumat (13/09/2024).
Baca Juga:
Singapura Perkuat Ekosistem AI Bersama Mitra Global, Percepat Penerapan Teknologi di Dunia Nyata
Ada 3 Persoalan yang Pengaruhi Kemacetan di Kota Bandung
Menurut R. Dhani Wirianata, ada tiga hal persoalan yang mempengaruhi kemacetan di jalanan Kota Bandung.
Parkir liar, keberadaan PKL dan belum ada layanan transportasi publik yang terintegrasi.
“Macet disebabkan oleh salah satunya, parkir liar, PKL (tidak sesuai zona) dan belum terintegrasinya transportasi (publik) dan juga minimnya lahan parkir yang ada di Kota Bandung,” ujar Dhani.
Terkait belum adanya transportasi publik yang terintegrasi, lanjut Dhani, jalan-jalan di Kota Bandung baik pagi, sore maupun siang hari selalu ada kemacetan.
Baca Juga:
Haier Resmi Jadi Sponsor Utama Al Ahly FC Selama Empat Tahun, Sponsor Utama Kedua Al Ahly
Penerbangan eVTOL Perdana di Asia Tengah: AutoFlight Unjuk Kemampuan eVTOL di Kazakhstan
Cathay United Bank Jadi Bank Taiwan Pertama yang Bergabung dalam Green Investments Partnership
“Tentu yang harus kita perhatikan mengenai transportasi anak-anak sekolah.”
“Kita harus mampu siapkan transportasi yang ukurannya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil,” ujar Dhani.
Bahkan, seandainya terpilih nanti, pihaknya berupaya bekerja sama dengan (pengemudi) ojek-ojek online yang sudah ada.
Diterangkan Dhani, dengan satu aplikasi yang dipersiapkan bagi anak-anak sekolah hingga bisa sampai ke sekolahnya.
“Nanti kita bisa kasih subsidi (pengemudi) ojek tersebut,” terangnya.
Menurutnya, cara itu juga bertujuan bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
Baca Juga:
ATxSummit 2026 Resmi Dibuka, Ambisi Regional Dorong Pemanfaatan AI untuk Kepentingan Publik
Lianlian DigiTech Perkuat Strategi di Timur Tengah, Hadirkan Layanan Pembayaran Resmi dari DIFC
Infrastruktur yang Memadai Jadi Faktor Penting Pengurai Kemacetan
Selain itu, Dhani juga memandang infrastruktur yang memadai juga menjadi faktor penting dalam mengurai kemacetan di Kota Bandung.
Untuk itu, dirinya berjanji akan meminta dukungan dari pemerintahan provinsi maupun pusat soal kebutuhan pembangunan infrastruktur di Kota Bandung.
Dengan memiliki komunikasi dan hubungan yang baik dengan pemerintah pusat.
Dirinya ingin menggunakan ini sebagai jembatan untuk meminta dukungan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan Kota Bandung.
“Saya ambil contoh, di jalan Soekarno-Hatta ada lampu merah yang sangat terkenal, lampu merah 400 detik.”
“Kita minta dukungan untuk bikin underpass di situ. Supaya tidak menghilangkan estetika kita bikin underpass,” ungkapnya.
Dhani juga mengatakan ada sejumlah ruas jalan yang perlu dilakukan pelebaran.
Langkah-langkah ini akan dilakukan Paslon Haru-Dhani bila terpilih sebagai pemenang Pilkada 2024 Kota Bandung.***












