HalloBandung.Teras Cihampelas, yang berada di Jakan Cihampelas Bandung akan direnovasi, tidak jadi dibongkar.
Sebelumnya ada kabar skywalk ini dibongkar karena mengganggu jalan cihampelas Bandung.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, sendiri menegaskan Teras Cihampelas tidak akan dibongkar dan akan dilakukan renovasi .
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Nantinya, direnovasi dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga.
Kemudian pencahayaan akan ditangani oleh Dishub, khusus untuk (pencahayaan) di atas dan di pedestrian.
“Sudah ada anggaran pemeliharaan, tetapi kecil sekali.Jadi nanti kita akan bikin sedemikian rupa, sehingga akan ditanggung oleh DPKP, DSDABM, Kewilayahan, Satpol PP, dan Dishub. Jadi dibagi rata, tergantung dari mereka alokasinya,” ujar Farhan.
Meskipun Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang kembali ke APBD Kota Bandung dari Teras Cihampelas sangat kecil, bahkan tidak ada.
Baca Juga:
BDx Indonesia Dukung Komunitas Terdampak Banjir di Sumatra
Seniman muda Ara Ajisiwi tampilkan Lutung Kasarung di Bandung.
Diharapkan Teras Cihampelas dapat terus menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat dan wisatawan di Kota Bandung.
Saat ini Teras Cihampelas yang berada di Jalan Cihampelas dijaga 24 jam oleh 67 Petugas Satpol PP Kota Bandung.
Teras Cihampelas diawasi selama 24 jam, mulai diperketat dari pukul 22.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB karena termasuk jam rawan.
Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi,menyebutkan termasuk jam rawan dalam jam jam tersebut biasanya sering ada kegiatan miras di kawasan tersebut.
Menghabiskan dana Rp 48 milyar.
Teras Cihampelas, juga dikenal sebagai Cihampelas Skywalk, dibangun pada tahun 2017 dan diresmikan pada tanggal 4 Februari oleh Wali Kota Bandung saat itu, Ridwan Kamil.
Pembangunan ini bertujuan untuk merelokasi pedagang kaki lima dari Jalan Cihampelas dan mengurangi kemacetan di area tersebut.
Proyek ini melibatkan pembangunan jalur pedestrian di atas jalan sepanjang 450 meter, dengan ketinggian 4,6 meter dan lebar 7,6 meter.
Pembangunan Teras Cihampelas memakan waktu sekitar enam bulan dan menghabiskan dana sekitar Rp 48 miliar.
Konsepnya terinspirasi dari model serupa di Jepang yang menata pedagang kaki lima di kawasan wisata belanja.(dr)
Baca Juga:
GAC AION V Memenuhi Kebutuhan Mobil Listrik Murni di Nordik dengan Keunggulan Multidimensi
Yili Group Mengawali 2026 dengan Menggelar Konferensi Bersama Mitra Bisnis di Asia Tenggara









