HalloBandung.Karena ada dua yayasan mengaku sebagai pengelola Kebun Binatang bandung , saling berseteru dan akhirnya Kebun Binatang Bandung, tutup, Kamis (3/7).
Saat ini, pengelolaan Kebun Bintang Bandung terjadi dualisme antara Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) dan Taman Safari Indonesia (TMI), sehingga kondisi ini menyebabkan miskoordinasi dalam perawatan satwa dan berujung penutupan.
Ully Rangkuti, Humas manajemen Kebun Binatang Bandung yang baru, malah tidak mengetahui tutupnya Kebun Binatang Bandung. “Saya tahunya dari media sosial,” ujar Ully.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan Ully menegaskan tak ada rencana menutup Kebun Binatang, apalagi saat ini liburan sekolah.
Terkait, satwa-satwa yang diinformasikan beberapa mati, Ully mengaku penyebabnya sebagian besar karena usia dan cuaca, serta sebab lainnya
Sementara itu Humas manajemen lama, Sulhan Syafii mengakui menutup kegiatan Kebun Binatang Bandung karena suasananya tidak kondusif lagi karena banyak penjagaan sana sini dan akibatnya pengunjung tak nyaman.
” Kami tutup mungkin hari ini. Semoga hari ini saja, karena kami akan bereskan hari ini,”ujar Sulhan Syafii.
Baca Juga:
BDx Indonesia Dukung Komunitas Terdampak Banjir di Sumatra
Seniman muda Ara Ajisiwi tampilkan Lutung Kasarung di Bandung.
Walikota Bandung marah
Sementara itu Walikota Bandung Muhammad Farhan marah penutupan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo .
“Saya mengimbau pada manajemen jangan berantem terus. APH sudah turun, pemerintah sudah turun, kurang apa? Ini lama-lama kita capek ngurusnya, karena berantem internal terus,” ujar Farhan .
Dengan seringnya terjadi konflik pengelola tersebut, Farhan pun enggan melakukan mediasi karena meski sudah beberapa kali dimediasi, mereka tetap berseteru.
Bahkan, jika pengelola Kebun Binang masih terus berkonflik pihak pemerintah Kota Bandung meminta Kementerian Kehutanan untuk meninjau ulang konservasi Kebun Binatang Bandung.








