Suara Alumni : SMK PPN Tanjungsari Bukan Tempat Untuk Berotoriter Karena Lahir Dari Sejarah Mulia Leluhur Sumedang

- Pewarta

Minggu, 9 Juni 2024 - 06:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bangunan asrama putra tugu mantri tani dan prasasti pendirian sekolah yang ditandatangani Wakil Presiden Muhamad Hatta dibiarkan terbengkalai (Dok.Hallobandung.com / Tatang Tarmedi)

Bangunan asrama putra tugu mantri tani dan prasasti pendirian sekolah yang ditandatangani Wakil Presiden Muhamad Hatta dibiarkan terbengkalai (Dok.Hallobandung.com / Tatang Tarmedi)

HALLOBANDUNG.COM — Beredar berita tentang pengangkatan Ketua Komite Sekolah baru SMK PPN Tanjungsari yang tidak melibatkan musyawarah orang tua siswa, hal ini sangat disesalkan banyak alumni sekolah bersejarah tersebut.

Banyak alumni memandang sangat disayangkan bila benar kenyataannya seperti itu, ” Makanya, yang ditempatkan menjadi kepala sekolah di SMK PPN itu harus yang  benar-benar hapal sejarah sekolah,  ” geram seorang alumni.

Alumni memandang SMK PPN Tanjungsari ‘ sekolah istimewa’ yang dari jaman ke jaman selalu memancarkan kebaikan. Maka oleh karena itu wilayah pendidikan itu disebut Kampus Bojongseungit .

” Bojong seungit itu berarti harus memancarkan aroma mewangi, bukan malah pancarkan aroma bunga bangkai, lagi pula kampus bojongseungit bukan tempat untuk berotoriter, ” kata mereka.

Sebagai ‘sekolah istimewa’ SMK PPN Tanjungsari, kata alumni, perlu dikukuhkan sebagai salah satu sekolah warisan sejarah dengan perlindungan aset-aset sejarah di dalamnya.

Alumni berharap hentikan segera penistaan terhadap nilai-nilai sejarah SMK PPN Tanjungsari, ” Bahkan kalau bisa, Disdik Jabar bisa mengembalikan marwah SMK PPN tanjungsari ke asalnya sebagai SPMA lagi,” katanya.

Sedikitnya ada dua jenis pohon berusia ratusan tahun jadi saksi sejarah berdirinya sekolah pertanian di Tanjungsari itu, yakni pohon lame dan empat pohon kopi di pinggir lapangam sepakbola.

Selain itu beberapa bangunan tua yang kini seolah dibiarkan terbengkalai tanpa adanya perawatan, seperti bekas asrama putra dibiarkan seperti bangunan di wilayah Gaza.

” Padahal, bangunan asrama putra itu telah berdiri hampir seumur dengan berdirinya sekolah itu, perlu kiranya dirawat jangam dibiarkan berantakan begitu, ” ungkapnya.

Tidak hanya itu, kepemimpinan sekolah seolah membiarkan saksi-saksi sejarah lainnya terbengkalai, termasuk Tugu Mantri Tani sebagai pengenangan terhadap tokoh Rd Sujud yang dianggap pendiri sekolah.

Prasasti pendirian sekolah yang ditandatangani Wakil Presiden Muhammad Hatta pun seolah dibiarkan bersatu dengan rumput-rumput liar.

Termasuk bangunan TK Kuncup Harapan yang diduga sebagai TK tertua di Jawa Barat seperti dibiarkan kehilangan dangiangnya.

Pangeran Soeuriatmadja alias Pangeran Mekah menginginkan berdirinya sekolah pertanian di Tanjungsari. Maka, ia hibahkan 23 hektar lahan miliknya untuk pendirian sekolah pertanian.

Tanah seluas itu termasuk lahan praktik di blok Kebun Utara yang terlewati jalur tol Cisumdawu dan areal tempat pemakaman umum di Pangkalan Margajaya.

Pada awalnya berdirinya 26 November 1914 bernama Landbouw Bedrijf School (LBS),  nama LBS ini berganti sesuai dengan perkembangan zaman.

Pernah berganti nama Sekolah Mantri Tani. Pada tahun 1960 berubah nama menjadi Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA).

( Tatang Tarmedi /jurnalis/alumni) ***

Berita Terkait

SMP Negeri 2 Tanjungsari Gelar Acara Perpisahan Kelas IX Kasek Sudrajat Beri Penghargaan
Gelar Kreasi P5 Siswa SMP Negeri 2 Tanjungsari Cerminkan Kebhinekaan Produk Olahan
SMA Negeri Tanjungsari Salurkan Ratusan Paket Daging Qurban ke Warga Masyarakat sekitar
Aa Gym : Tadinya sibuk mencari kedudukan disisi makhluk Harus hijrah untuk mecari kedudukan disisi Alloh
Lahan dan Rumah di Panorama Sumedang  Mau Dijual Segera,  Siapa Cepat Itulah Yang Beruntung
Taruna Tani Gunung Geulis Desa Jatiroke Terima Bantuan 50 Ekor Domba Garut dari Kementerian Pertanian
Pemdes  Banyuresmi Kecamatan Sukasari Kembali Salurkan Bantuan Beras 10 Kg bagi warga kurang Mampu 
IMI Korwil Kabupaten Sumedang Gelar Even A-391 Grasstrack di Sirkuit Baru Jaya Perkasa Abadi Desa Palabuan Ujungjaya
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Kamis, 20 Juni 2024 - 20:30 WIB

SMP Negeri 2 Tanjungsari Gelar Acara Perpisahan Kelas IX Kasek Sudrajat Beri Penghargaan

Rabu, 19 Juni 2024 - 11:21 WIB

Gelar Kreasi P5 Siswa SMP Negeri 2 Tanjungsari Cerminkan Kebhinekaan Produk Olahan

Selasa, 18 Juni 2024 - 12:52 WIB

SMA Negeri Tanjungsari Salurkan Ratusan Paket Daging Qurban ke Warga Masyarakat sekitar

Senin, 17 Juni 2024 - 05:05 WIB

Aa Gym : Tadinya sibuk mencari kedudukan disisi makhluk Harus hijrah untuk mecari kedudukan disisi Alloh

Rabu, 12 Juni 2024 - 15:37 WIB

Lahan dan Rumah di Panorama Sumedang  Mau Dijual Segera,  Siapa Cepat Itulah Yang Beruntung

Selasa, 11 Juni 2024 - 17:06 WIB

Taruna Tani Gunung Geulis Desa Jatiroke Terima Bantuan 50 Ekor Domba Garut dari Kementerian Pertanian

Minggu, 9 Juni 2024 - 06:54 WIB

Suara Alumni : SMK PPN Tanjungsari Bukan Tempat Untuk Berotoriter Karena Lahir Dari Sejarah Mulia Leluhur Sumedang

Rabu, 5 Juni 2024 - 15:38 WIB

Pemdes  Banyuresmi Kecamatan Sukasari Kembali Salurkan Bantuan Beras 10 Kg bagi warga kurang Mampu 

Berita Terbaru