Taman Safari Indah kelola Kebun Binatang Bandung

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 4 April 2025 - 20:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HalloBandung.Kini ada kejelasan baru tentang pengelola Kebun Binatang Bandung ditengah konfilk internal manajemennya.

Kebun Binatang Bandung (KBB)kini resmi dibawah manajemen Taman Safari Indonesia.

Menurut Tony Sumampau, yang kini menjadi Dewan Pembina Yayasan Taman Margasatwa Tamansari Bandung menyebutkan fokus utama mereka saat ini adalah pemulihan dan pengembangan KBB menjadi modern open zoo yang lebih baik

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya menerima kepercayaan ini dengan penuh tanggung jawab,” ujar Tony yang juga menjadi pembina di Taman Safari Indonesia

Dalam keterangan resmi Bandung Zoo, disebutkan John Sumampau akan menjabat sebagai Ketua dan Tony Sumampau sebagai Dewan pembina Yayasan Margasatwa Taman Sari. Dan Yayasan Margasatwa Taman Sari adalah yayasan yang mengelola kegiatan KBB.

Tony menyebutkan prioritas utama adalah memulihkan KBB dan melanjutkan pengembangan sesuai dengan master plan yang telah disusun sebelumnya.

Selain itu dalam komitmennya disebutkan untuk mengelola kebun bintang Bandung secara transparan dan akuntabel.

Ia, juga menekankan pentingnya kontribusi KBB terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung.

Permohonan maaf

Pada pertengahan Maret 2025, Tony Sumampau dihubungi pengacara Sri Devi dan Bisma Bratakusuma, dua mantan pengelola Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) yang kini menjadi tersangka korupsi. Melalui pengacara mereka, Budhi Agung, pihak keluarga almarhum menyampaikan permohonan maaf.

“Mereka mengakui kesalahan mereka yang telah melukai perasaan saya dan rekan-rekan. Serta menyesali tindakan mereka yang telah memfitnah dan mengeluarkan kami dari Yayasan Margasatwa Tamansari berdasarkan keterangan palsu. Mereka menyadari, bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan keinginan almarhum Romly Bratakusuma dan AD/ART yayasan,” jelas Tony Sumampau.

Pada 21 Maret 2025, Sri Devi, Bisma Bratakusuma, Gantira Bratakusuma, dan pengurus yayasan lainnya secara resmi mengundurkan diri.

Dan menyampaikan permohonan maaf tertulis di hadapan notaris.

“Mereka juga meminta saya untuk kembali memimpin pengelolaan KBB tanpa mempermasalahkan kepemilikan lahan oleh Pemerintah Kota Bandung,” tambah Tony.

Keluarga almarhum Romly Bratakusuma pun berkomitmen untuk mendukung penuh upaya pemulihan dan pengembangan kebun binatang ini.(dr)

 

Berita Terkait

SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi
Epoxy Lantai di Bandung: Solusi Modern untuk Bangunan yang Aktif dan Produktif
Epoxy Lantai untuk Meningkatkan Ketahanan dan Tampilan Ruangan Modern
Top 3 Reksadana Pasar Uang Berkinerja Terbaik dalam Tiga Bulan Terakhir
Mengapa Hama Kecil Ini Mampu Merusak Bangunan dalam Waktu Lama?
Memilih Genset Berdasarkan Kapasitas Daya: Solusi Menghindari Overload pada Mesin
Kanemura Japanese Streetfood, Tawarkan Peluang Bisnis Restoran Jepang dengan Promo Menarik
Efisiensi Operasional Perusahaan dengan Forklift Komatsu

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 07:42 WIB

SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:01 WIB

Epoxy Lantai di Bandung: Solusi Modern untuk Bangunan yang Aktif dan Produktif

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:08 WIB

Epoxy Lantai untuk Meningkatkan Ketahanan dan Tampilan Ruangan Modern

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:09 WIB

Top 3 Reksadana Pasar Uang Berkinerja Terbaik dalam Tiga Bulan Terakhir

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:01 WIB

Mengapa Hama Kecil Ini Mampu Merusak Bangunan dalam Waktu Lama?

Berita Terbaru