Film Setannya Cuang ditayang di sejumlah bioskp di Bandung, hari ini. Sebelumnya, sudah diputar di GCV Bandung, tepat tanggal 14 Februari 2026
Menurut Aris Musa, produser Film ini , sengaja diputar tepat kasih sayang, Karena saat kasih sayang kasih juga kasih cuan.
“Saat kasih sayang juga kasih uang. Karakter-karakternya membuat enonton tertawa ketimbang honornya,kata Aris Muda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Film produksi Radepa Black bekerja sama dengan Atlas Picture ini sebelumnya dikenal dengan judul Djoerig Salawe. Pergantian judul menjadi Setannya Cuan dipilih untuk menegaskan tema cerita yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat masa kini, di mana urusan ekonomi kerap bersinggungan dengan kepercayaan tradisional dan hal-hal klenik.
Disutradarai oleh Sahrul Gibran bersama Jay Sukmo, film ini tidak hanya menampilkan teror, tetapi juga satire sosial. Setan digambarkan bukan sekadar makhluk menakutkan, melainkan bagian dari obsesi manusia terhadap kekayaan instan.
Dua jawara
Dari sisi cerita, Setannya Cuan mengisahkan persaingan dua jawara kampung yang sama-sama terobsesi menemukan angka keberuntungan demi mengubah nasib. Fenomena klenik angka “salawe” atau dua puluh lima menjadi pemantik konflik, hingga batas antara dunia nyata dan gaib mulai kabur.
Alih-alih menjadi solusi, kerja sama dengan makhluk gaib justru menghadirkan persoalan baru karena sistem “bagi hasil” yang tidak sesederhana yang dibayangkan. Konflik demi konflik dikemas secara absurd, namun tetap relevan dengan realitas sosial masyarakat. dr







