HalloBandung. Gudang amunisi yang terletak Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat meledak, Senin (12/5) .
Ledakan itu menewaskan 13 orang, terdiri dari empat prajurit TNI dan sembilan warga sipil
Lahan milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Garut memang secara rutin digunakan untuk pemusnahan amunisi tak layak pakai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Masyarakat sudah mengetahui kegiatan tersebut karena telah berlangsung berkali-kali .
Pada Senin (12/5) pemusnahan dilakukan dalam dua lubang sumur yang telah disiapkan dan satu lubang lagi disiapkan untuk menghancurkan detonator setelah amunisi musnah.
Peledakan pertama di dua sumur berhasil dilakukan dengan sempurna dan tanpa insiden. Namun, saat tim mulai menangani satu lubang sumur tambahan yang khusus digunakan untuk menghancurkan detonator, ledakan mendadak terjadi.
Secara tiba-tiba terjadi ledakan dari dalam lubang yang mengakibatkan 13 orang meninggal dunia
Baca Juga:
“2026 Yili Online Tour” telah Dimulai: Global Recruitment for “Yili Quality Ambassadors” Now Open!
PCHi 2026: Pameran Bahan Kosmetik Terbesar di Dunia Digelar di Hangzhou
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Wahyu Yudhayana membenarkan adanya ledakan amunisi di Garut, Jawa Barat. Dalam ledakan 13 orang meninggal dunia dalam kejadian tersebut.
Data yang meninggal adalah empat orang dari anggota TNI Angkatan Darat, yaitu Kepala Gudang Pusat Amunisi 3 Pusat Peralatan TNI AD Kolonel Cpl. Antonius Hermawan, Kepala Seksi Administrasi Pergudangan Gudang Pusat Amunisi 3 Pusat Peralatan TNI AD Mayor Cpl Anda Rohanda dan ditambah dua orang anggota gudang pusat amunisi 3 Gudang Pusat Peralatan TNI Angkatan Darat yaitu Kopda Eri Triambodo dan Pratu Aprio Seriawan.
Selain empat anggota TNI AD, sembilan korban lainnya adalah masyarakat sipil, yakni Agus bin Kasmin, Ipan bin Obur, Anwar, Iyus bin Inon, Iyus Rizal bin Saepuloh, Totok, Dadang, Rustiawan, dan Endang.
Saat ini semua korban meninggal dunia sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pameungpeuk untuk dilakukan tindakan selanjutnya.
Baca Juga:
[MWC 2026] Menyambut Era “AI Calling”: Visi Ookla untuk Standar Kualitas Layanan Suara Versi Terbaru
“Mewakili TNI Angkatan Darat saya mengungkapan duka cita yang mendalam bagi para korban. Baik yang berasal dari TNI Angkatan Darat maupun masyarakat sipil,” ujar Wahyu.(dr)








