3 Makanan Berikut Bisa Pengaruhi Kesehatan Otak, Salah Satunya adalah Konsumsi Kentang Goreng

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 20 Februari 2024 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konsumsi Kentang Goreng Bisa Pengaruhi Kesehatan Otak. (Pixabay.com/@matthiasboeckel)

Konsumsi Kentang Goreng Bisa Pengaruhi Kesehatan Otak. (Pixabay.com/@matthiasboeckel)

HALLOBANDUNG.COM – Seiring bertambahnya usia, fungsi organ tubuh manusia akan mulai mengalami penurunan termasuk otak manusia.

Bahkan faktor pola makan dan seberapa sering olahraga bisa mempengaruhinya.

Kesehatan otak umumnya dipengaruhi oleh usia, dan masalah ingatan merupakan hal umum di kalangan lansia.

Kondisi ini belum tentu demensia karena ada juga yang namanya kehilangan ingatan terkait usia.

Kabar baiknya, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga kekuatan otak sebaik mungkin.

Penelitian telah menunjukkan mengonsumsi lebih banyak makanan tertentu ternyata dapat membantu melindungi otak dari kerusakan.

Baca artikel lainnya di sini : Termasuk Menatap Layar Ponsel Terlalu Lama; 5 Kebiasaan Harian Ini Bisa Ganggu Kesehatan Otak

Dokter naturopati, Janine Bowring dari Amerika Serikat menjelaskan lebih lanjut dalam video TikTok yang diunggahnya.

Berbicara kepada lebih dari 940 ribu pengikutnya, dr Bowring mengungkap tiga makanan yang berpotensi dapat ‘merusak otak’, di antaranya:

Lihat juga konten video, di sini: TKDN RSPPN Soedirman Capai 70 Persen, Presiden Jokowi Sebut Bantu Percepatan Ekonomi Nasional

1. Ikan Todak

Ikan sering dianggap sebagai asupan yang mendukung fungsi otak karena kandungan omega-3-nya.

Baca Juga:

Penetapan Pegi Setiawan Tesangka Pembunuhan Vina Cirebon oleh Polda Jabar Dinyatakan Tidak Sah

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

PPP Jalin Komunikasi dengan Partai-partai Lain, PKB Sebut Sandiaga Uno Siap Jadi Calon Gubernur Jabar

SLB Bina Karya Rancaekek Miliki Pilar – Pilar Kokoh Lama Berdiri Akreditasi dan SDM Guru

Tetapi lain halnya dengan ikan todak. Ikan ini sebaiknya dihindari.

Ikan todak merupakan sejenis ikan laut yang memiliki tampilan khas sirip dan mulut runcing.

Anjuran menghindari mengonsumsinya dikarenakan kadar merkuri yang terdapat pada ikan tersebut.

Dokter Bowring mengatakan ikan todak cenderung mengandung merkuri yang sangat tinggi, logam berat yang akan menghancurkan sel-sel otak.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Complementary Therapies in Medicine pada 2020 mengungkap kasus seorang pria lanjut usia yang didiagnosis menderita penyakit Alzheimer setelah mengonsumsi ikan todak.

“Merkuri juga dikenal sebagai salah satu neurotoksin yang paling ampuh,” kata dr Bowring, seperti dilansir laman Express, Senin (12/2/2024),

Studi kasus menunjukkan seorang pria berusia 91 tahun yang mengalami penurunan kognitif dan didiagnosis sebagai penyakit Alzheimer.

Pasien ini ditemukan mengalami peningkatan kadar merkuri yang parah akibat mengonsumsi ikan dengan kandungan merkuri tinggi.

Studi tersebut menyimpulkan sangat penting untuk mengatasi etiologi biologis.

Seperti toksisitas merkuri pada populasi lansia yang didiagnosis menderita Alzheimer, namun kerusakan organ mungkin tidak dapat diperbaiki.

2. Margarin

Lemak yang ditemukan dalam margarin dapat merusak otak. Menurut dr Bowring, margarin biasanya terbuat dari lemak trans.

Bisa menyebabkan peradangan pada seluruh tubuh. Hal ini terutama pada otak dan sistem saraf.

Berbagai penelitian telah menemukan hubungan antara lemak trans dan kerusakan otak. Salah satunya, yang diterbitkan dalam Bratislava Medical Journal pada 2016.

“Lemak trans memiliki efek buruk pada otak dan sistem saraf.”

“Lemak trans dari makanan dimasukkan ke dalam membran sel otak dan mengubah kemampuan neuron untuk berkomunikasi,” ujarnya.

Kandungan lemak trans juga berpotensi dapat menurunkan kinerja mental.

Sejauh ini, hubungan antara asupan lemak trans dan risiko depresi sudah diamati.

Ada semakin banyak bukti mengenai kemungkinan peran lemak trans dalam perkembangan penyakit Alzheimer dan penurunan kognitif seiring bertambahnya usia.

Ada baiknya tetap memeriksa label kemasan ketika membeli produk margarin.

3. Kentang Goreng

Menurunkan fungsi otak berlaku untuk makanan apa pun yang mengandung minyak tertentu. Dokter Bowring mengatakan biasanya kentang goreng dimasak dengan minyak sayur atau minyak canola.

“PUFAS (asam lemak tak jenuh ganda) ini juga dapat menyebabkan peradangan, dan penelitian menunjukkan bahwa terlalu banyak mengonsumsi gorengan akan menurunkan kekuatan otak Anda,” kata dr Bowring.

Pernyataan ini didukung oleh ahli gizi Harvard, Uma Naidoo.

Makanan yang dilapisi adonan, ada kulit renyahnya, atau digoreng dengan minyak banyak mungkin termasuk dalam daftar makanan yang lezat, namun itu terbukti dapat merusak otak.

“Sebuah penelitian terhadap lebih dari 18 ribu orang menemukan bahwa pola makan tinggi gorengan dikaitkan dengan rendahnya skor memori dan kognisi,” tukasnya.***

Artikel di atas juga sudah dìterbitkan di portal berita nasional Hallopresiden.com

Sempatkan juga untuk membaca artikel menarik lainnya, di portal berita Terkinipost.com dan Bisnispost.com

Berita Terkait

Jangan Lewatkan! KODAI DOOR di Indo Build Tech 2024 dengan Inovasi Pintu Baja Terbaru
Salah Satunya Minuman Jahe, Ini 4 Jenis Makanan Berikut Ini Bisa Kurangi Rasa Ingin Muntah dan Mual-mual
Hasil Studi Ungkap Fakta Makan Buah dan Sayur Manfaatnya Sama Seperti Jalan 4.000 Langkah
Kelebihan Alat Masak Berbahan Stainless Steel, Yuk Simak Sebelum Beli!
Pembelajaran dari Ibadah Kurban
Salah Satunya Jangan Terlalu Cepat Respons yang Bikin Marah, Ini 7 Cara Kendalikan Emosi bagi Orang Pemarah
Ternyata Tak Sulit, Begini Cara Bikin Makanan Khas Peuyeum Bandung
Asal-usul Namanya Disebut Mie Kocok, Kuliner Asli yang Berasal dari Kawasan Bandung
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Selasa, 11 Juni 2024 - 18:09 WIB

Jangan Lewatkan! KODAI DOOR di Indo Build Tech 2024 dengan Inovasi Pintu Baja Terbaru

Minggu, 12 Mei 2024 - 14:11 WIB

Salah Satunya Minuman Jahe, Ini 4 Jenis Makanan Berikut Ini Bisa Kurangi Rasa Ingin Muntah dan Mual-mual

Selasa, 20 Februari 2024 - 10:42 WIB

3 Makanan Berikut Bisa Pengaruhi Kesehatan Otak, Salah Satunya adalah Konsumsi Kentang Goreng

Jumat, 17 November 2023 - 08:12 WIB

Hasil Studi Ungkap Fakta Makan Buah dan Sayur Manfaatnya Sama Seperti Jalan 4.000 Langkah

Selasa, 31 Oktober 2023 - 12:39 WIB

Kelebihan Alat Masak Berbahan Stainless Steel, Yuk Simak Sebelum Beli!

Rabu, 21 Juni 2023 - 07:18 WIB

Pembelajaran dari Ibadah Kurban

Selasa, 13 Juni 2023 - 07:50 WIB

Salah Satunya Jangan Terlalu Cepat Respons yang Bikin Marah, Ini 7 Cara Kendalikan Emosi bagi Orang Pemarah

Sabtu, 25 Maret 2023 - 09:11 WIB

Ternyata Tak Sulit, Begini Cara Bikin Makanan Khas Peuyeum Bandung

Berita Terbaru