GUIYANG, Tiongkok, 4 Agustus 2026 /PRNewswire/ — Artikel berita dari CNS:
China-ASEAN Alliance for Lifelong Learning resmi diluncurkan dalam edisi perdana International Forum on Digital Empowerment for Lifelong Learning. Peluncuran ini menandai terbentuknya platform multilateral permanen pertama yang didedikasikan untuk memperkuat kerja sama pembelajaran jangka panjang di kawasan ASEAN.
Aliansi tersebut diresmikan oleh para perwakilan institusi pendiri yang berasal dari berbagai lembaga pendidikan dan organisasi terkemuka. Anggotanya mencakup Guizhou Open University, Universitas Diponegoro dari Indonesia, Lao National Institute for Energy and Trade Research di bawah Kementerian Energi dan Pertambangan Laos, Cambodian-American First International School, Vietnam Hanoi Academy, serta Australia’s Education Innovation Alliance. Sejumlah universitas terbuka terkemuka di Tiongkok, seperti Sichuan Open University, Jiangsu Open University, Guangdong Open University, Yunnan Open University, Shanghai Open University, dan Qingdao Open University, juga menjadi anggota inti aliansi ini. Dari sektor industri, Juntai Rong Hong (Beijing) Cultural Technology Co., Ltd. bergabung sebagai mitra strategis.
Sebagai wadah kolaborasi yang bersifat sukarela, aliansi ini menghimpun sekolah, perguruan tinggi, lembaga pendidikan, dan berbagai organisasi untuk mempererat kerja sama regional dalam empat bidang utama, yaitu saling berbagi praktik terbaik dalam metode pembelajaran, pemanfaatan bersama sumber daya pendidikan, pengembangan standar pengajaran, serta kolaborasi dalam penelitian dan pengembangan teori pendidikan.
Guizhou Open University ditunjuk sebagai sekretariat aliansi. Dalam pernyataannya, universitas tersebut menegaskan komitmennya untuk memanfaatkan teknologi digital guna mendorong pengembangan sistem pembelajaran jangka panjang yang lebih berkualitas sekaligus membangun ekosistem belajar yang inklusif, mudah diakses, dan tersedia bagi semua kalangan.
Pembentukan aliansi ini semakin memperkuat kesepahaman antara Tiongkok dan ASEAN dalam mengembangkan sistem pembelajaran jangka panjang. Kehadiran aliansi ini juga membuka ruang yang lebih luas bagi kerja sama pendidikan regional, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga program pembelajaran bagi masyarakat setelah memasuki masa pensiun. Para pakar menilai, kerja sama multilateral ini akan memperkuat upaya membangun ekosistem pembelajaran global yang lebih inklusif dan berbasis teknologi digital, sejalan dengan arah perkembangan sistem pendidikan dunia.










