....
halloladies Kartika Jago Tembak Yang Juga Komikus

Kartika Jago Tembak Yang Juga Komikus

Kartika Jago Tembak Yang Juga Komikus
Kartika, selain jago menembak juga komika dengan pesona cukup kuat

JIKA suatu ketika bertemu gadis belia ini di lapangan tembak, jangan kaget. Ia tidak saja jitu dalam membidik sasaran, tetapi juga punya talenta lain yakni seorang komikus dengan pesona sangat kuat.

Dialah Kartika atau cukup akrab dengan sebutan Tika, putri pertama Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI A.M Putranto. Pembawaannya cukup bersahaja, rendah hati dan santun kepada siapa pun yang menemuinya.

Tika yang saat ini  tengah mengerjakan project komik Frozen Heart di Line Webton, tak berkeberatan ditemui hallobandung saat mengikuti Championship Kresna Shooting Club di lapangan tembak senayan.

Masih dengan custom siaga turun ke lapangan, Tika dengan santai menjawab beberapa pertanyaan seputar aktivitasnya.

Kesibukan lain yang digeluti Tika saat ini adalah bekerja di MNC Animation, mengikuti program ADP (Animation Development Program) sebagai 2D artist atau concept artis.

Gadis manis berhijab ini juga aktif sebagai freelance anime illustrator.

Soal hobinya ini, meski titengah padatnya jadwal kerja, Tika tetap serius menekuni olahraga menembak yang sudah dimulainya sejak 2012. 

“Awalnya saya latihan senapan angin dan air soft gun,” kata Tika.

Latihan awal dilakukan Tika justru dari kampus Universitas Brawijaya, Malang.  Bahkan untuk senapan angin, Tika latihan di Magelang selama dua hari.

Dan pada Olimpiade yang dilaksanakan di Universitas Brawijaya, Tika meraih juara pertama untuk kategori AA-IPSC (Air Action International Practical Shooting)  mewakili Fakultas Tehnik.

Menembak bagi Tika sangat menyenangkan, karena bisa melatih fokus dan ketepatan. Apalagi dukungan dari kedua orangtuanya sangat positif.

Pengetahuan tentang dunia menembak juga banyak dipelajari Tika dari sang ayah, yang kini menjabat sebagai Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI A.M Putranto.

Selain latihan keras, di tahun 2013 Tika juga berlatih senjata api jenis pistol. Dan baru mengenal IPSC  di tahun ini. 

“Saya masih perlu belajar lebih giat untuk latihan,” ungkap Tika. 

Yang jelas, ia mencintai olahraga menembak karena juga mampu memberikan tanggungjawab dan disiplin terhadap diri sendiri.

Peran orangtua yang penuh disiplin melekat pada diri Tika. Itu sebabnya, tak ada waktu yang lepas dari program yang sudah disiapkan.

AMS

Redaksi : Tulisan ini mengalami beberapa perbaikan, Jumat (30/06/2017).