....
bisnis Batik Cirebon Diburu Wisatawan Jepang

Batik Cirebon Diburu Wisatawan Jepang

Batik Cirebon Diburu Wisatawan Jepang
Sejumlah pengrajin batik melakukan pengerjaan penyelesaian pembuatan batik tulis di Centra Batik Tulis Trusmi di Desa Trusmi Wetan, Plered, Cirebon, Jawa Barat, Selasa (7/10). Foto : Ant

ENTAH karena memiliki keterkaitan sejarah, batik asal Cirebon ternyata sangat dimintai turis Jepang. Para perajin batik di daerah Pantura Kabupaten Cirebon, misalnya, mengaku batik tulis tradisional motif klasik Cirebonan menjadi incaran pelancong Negeri Sakura tersebut.

Haryono, salah seorang perajin batik di Trusmi Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon, Jawa Barat kepada wartawan di Cirebon, Minggu (12/10/2014), mengatakan batik klasik dengan motif khas Cirebon cukup diminati oleh turis asal Jepang.

Dikatakannya, berbagai motif batik tulis klasik seperti motif Paksinaga Liman, Megamendung, Patran Keris, Singa Payung, Singa Barong, dipesan turis Jepang untuk dijadikan bahan pakaian model Kimono.

Menurut dia, permintaan batik tulis klasik tersebut cukup menggairahkan, karena kain batik tersebut semakin diminati oleh turis Jepang, Singapura, Taiwan dan eropa. Kini dalam satu pekan bisa 90 lembar kain batik.

"batik klasik Paksinaga Liman, Megamendung, Patran Keris, Singa Payung, Singa Barong, membutuhkan keahlian khusus untuk mengerjakan pesanan batik tersebut,"katanya.

Cirebon merupakan daerah penghasil batik yang memiliki motif unik dan khas. Yang harus dipertahankan sehingga mampu bersaing dan diminati oleh pasar ekspor seperti Singapura dan Eropa.

Sementara itu Akiko salah seorang turis asal Jepang mengaku, motif batik klasik khas Cirebon memiliki gambat menarik, meski perpaduan warna cukup sederhana.

Ia mengatakan, bahan batik klasik cocok sebagai kain khas Jepang kimono, selain lembut dan halus bisa dikenakan saat musim panas. Dirinya membeli tiga kain batik untuk dibawa pulang.

(ant)