....
Kuliner Memburu Masakan Tradisional “Timbel Edition”

Memburu Masakan Tradisional “Timbel Edition”

Memburu Masakan Tradisional “Timbel Edition”

MASAKAN tradisional pada dasarnya adalah cerminan budaya dan tradisi suatu kelompok masyarakat. Sebagai sebuah negara yang kaya akan suku bangsa, Indonesia tentunya memiliki banyak ragam masakan dan olahan kuliner yang khas.

 

Mulai dari teknik memasak, sampai kepada bahan makanan yang digunakan, semuanya merupakan hasil cipta, rasa dan karsa masyarakat sendiri. Cita rasa yang istimewa, pada akhirnya membuat berbagai makanan ini mendunia, tak lagi hanya dinikmati kalangan tertentu saja.

 

Dalam masyarakat Sunda, Timbel adalah salah satunya. Nasi yang dibungkus daun pisang ini sekarang menjadi primadona para penikmat kuliner. Menu tradisional yang dalam sejarahnya merupakan bekal makan siang para petani yang akan pergi ke sawah ini, sekarang dinikmati semua kalangan. Tua, muda maupun anak-anak banyak yang menggemari makanan jenis ini.

 

Nah, Bandung sebagai kota wisata “menyediakan” berbagai warung makan Nasi Timbel yang sudah melegenda.

 

Nasi Timbel Istiqamah

Jalan Cilaki No 43 Bandung

 

Bagi warga Bandung, nama warung makan ini pasti sudah tak asing lagi. Mulai ada sejak tahun 1995, sang pemilik H. Haidir dan istrinya Hj. Dede, sudah merintis usahanya dengan menggunakan gerobak beratap warung tenda di depan masjid Istiqamah. Sehingga para pelanggan setianya menyebut warung makan ini dengan sebutan nama masjid yang cukup terkenal ini.

 

Untuk tambahan menu, silahkan coba “ulukutek”-nya yang benar-benar nikmat. Paduan oncom dan “leunca” begitu menggoyang lidah. Belum lagi menu tradisional lainnya seperti ikan asin, perkedel, babat, usus sampai pete dan jengkol-pun ada. Benar-benar tersedia komplit. Sambalnya yang pas di lidah membuat pengunjung biasanya susah berhenti menikmati kelezatannya.

Tempat makan ini buka setiap hari dari jam 8 pagi sampai 9 malam. kecuali hari Rabu yang tutup lebih awal yaitu sampai jam 5 sore saja. Bagi yang ingin membawa kuliner tradisional ini ke rumah, pengunjung bisa membungkusnya untuk disantap bersama keluarga. 

 

Nasi Timbel Mangga

Jalan Mangga (Depan Masjid Miftahul Hidayah) Bandung

 

Sesuai namanya, tempat makan ini berada di jalan Mangga. Tepatnya di depan Mesjid Miftahul Hidayah, sekitar jalan Ahmad Yani Bandung. Meja-meja makan yang berada di bawah rindangnya pepohonan, membuat suasana makan semakin nyaman. Tak ada rasa gerah yang biasanya membuat pengunjung tak betah berlama-lama.

 

Awalnya, warung makan milik Pa Cucu ini hanya menggunakan roda dorong. Seiring perkembangan usaha dan bertambahnya pelanggan, akhirnya bisa mendirikan beberapa tenda serta tempat duduk yang mampu menampung lebih banyak pembeli. Karyawan yang dipekerjakanpun saat ini yaitu sekitar 20 orang.

 

Yang paling “laku” di sini yaitu nasi bakar dan nasi merah. Pengunjung harus datang lebih awal jika ingin menikmatinya. Satu lagi yang bikin ngiler yaitu sambal goreng terasinya yang sangat khas. Dengan aroma asam yang segar, dipadu dengan rasa pedas yang pas, sambal ini benar-benar akan membuat pengunjung minta tambah akibat ketagihan.

 

Selain Minggu, tempat makan ini buka setiap hari mulai buka dari jam setengah Sembilan pagi sampai jam 5 sore. Tetapi bagi pengunjung yang ingin memesan untuk dinikmati di rumah, Pak Cucu dan stafnya siap menyediakan servis antar kemana-un. Istimewa, minimal 10 dus tak akan dikenakan biaya alias tanpa ongkos kirim.

 

 

Nasi Timbel Bawean

Jalan Belitung No. 11/Bawean pav 3 Bandung.

 

Bagi pengunjung yang belum pernah datang, tempat makan ini berada dekat dengan stadion Siliwangi. Tepatnya, sedikit masuk ke jalan di depan gerbang Barat stadion yang saat ini menjadi home Base Team sepakbola kebanggaan masyarakat Jawa Barat “Persib Bandung”.

 

Garasi dan ruangan rumah yang memanjang, berhasil dimanfaatkan  dengan apik menjadi sebuah tempat makan timbel ini. Pertama datang, roda yang berada di arah paling depan akan menyambut. Layaknya sebuah prasmanan, di sisi sebelah kanan, berderet berbagai menu yang bisa pengunjung pilih sendiri. Dimulai dengan tempat piring dan nasi, kemudian maju kedepan pengunjung dapat memilih ayam goreng.

 

Banyak pelanggan setia sampai sekarang, mulai dari pekerja kantoran sampai mahasiswa. Salah satu yang istimewa yaitu menantu Presiden SBY, Annisa Pohan yang belum lama ini sengaja datang bersama suaminya untuk mengenang masa-masa kuliahnya dahulu.

“Ulah ngarawu ku siku, mawa untung ulah loba, nu bisa ka duga ku sarerea”. Inilah prinsip awal nasi Bawean, sehingga timbel ini harganya terjangkau, tapi dengan rasa yang tak murahan. Tak aneh jika sampai sekarang, timbel Bawean ini sanggup bertahan dan terus berkembang melayani para pelanggan setianya.

Buka setiap hari mulai jam 7 pagi sampai jam 5 sore. Tapi bagi pengunjung yang ingin menikmatinya malam hari bisa datang ke jalan Belitung No 11. Di situ timbel Bawean buka dari jam 3 sore sampai jam 10 malam.

 

Nasi Timbel Kemuning  

Jalan Gandapura No. 34 Bandung

 

Tempat makan timbel ini sudah ada sejak 1997. Menyediakan berbagai menu makanan yang mempunyai ciri khas tersendiri. Selain nasi timbelnya yang menggoda, ada juga ayam goreng atau bakar, tahu tempe goreng, aneka pepes, ikan asin, gepuk dan masih banyak lagi menu lainnya. Yang berbeda, disini tersedia nasi liwet yang sudah diberi bumbu racikan di bungkus daun pisang berbentuk kerucut yang tentunya wajib di coba.

 

Nasi timbel Kemuning ini diambil dari lokasi jualan yang awalnya di jalan Kemuning. Walaupun sudah berpindah tempat, brand yang sudah cukup terkenal ini tetap dipertahankan. Pelanggan setianya-pun tetap memburu tempat makan ini.

 

Pengen tau, rahasia tetap bertahannya nasi timbel ini. Apalagi kalau bukan  rasa makanan yang tidak berubah sejak dahulu. Sehingga pelanggan tetap merasakan kelezatan kuliner ini.

Paling pas menikmati nasi timbel ini pada jam makan siang. Duduk di kursi sambil menikmati rimbunnya pohon dan semilir angin Bandung. Siap melayani para pengunjung mulai jam setengah 9 pagi sampai jam 4 sore. Dan rasakan kelezatannya. 

 

  

Nasi Timbel Teuku Angkasa

Jalan Teuku Angkasa No.35 Bandung

 

Sesuai dengan namanya, nasi timbel ini terletak di jalan Teuku Angkasa daerah sekitaran Kampus Unpad Dipatiukur. Menu yang di sajikan sangat bervariatif. Mulai dari nasi timbel komplit ayam goreng dan bakar, ati ampela, berbagai jenis olahan usus dan paru. Yang unik, ditempat makan yang sudah ada sejak tahun 1987 ini ada pilihan menu nasi timbel yang dipadukan dengan beberapa jenis ikan. Diantaranya timbel komplit ikan mas dan nila goreng. Tentu menjadi sebuah santapan kuliner yang nuansa-nya berbeda.

 

Yang tak kalah menarik lagi, setiap pengunjung yang makan di sini harus bersabar beberapa menit. Karena semua pesanan yang akan disajikan selalu dihidangkan dalam kondisi panas dan “ngedadak” di goreng atau di siapkan, termasuk nasi timbelnya yang baru dibungkus jika ada pesanan. Tapi jangan khawatir, semua itu tak akan lama karena pelayan akan langsung sigap menyiapkan menu yang di order. Dengan itu, kenikmatan menyantap nasi timbel ini akan semakin meningkat karena semua menu dalam kondisi panas.

 

Wangi timbel yang khas, beserta menu lainnya seakan begitu lama tersedia, padahal baru beberapa menit saja.

 

“Ulukutek”-nya yang lezat menjadi menu yang wajib dicoba. Tak kalah enak, ayam pejantan goreng yang dilumuri serundeng benar-benar membuat selera makan semakin bertambah. Paduan kuliner yang tepat dengan harga terjangkau dihadirkan warung timbel ini.  Siap melayani pecinta timbel dari senin sampai sabtu, mulai jam 7 pagi sampai jam 4 sore. Selain itu, tempat makan ini juga menerima pesanan untuk berbagai acara.

 

Editor : Fadli Roby